Minggu, 27 Maret 2016

Pembalajaran On Line Via Quipper School

Quipper School : Sebuah Strategi Pembelajaran Kreatif Melalui Media Internet Dalam Membangun Platform Edukasi Global 

A. E-Learning Pengertian E-Learning: 
       E-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi pendidikan dalam bentuk elektronik. Pengertian ini sejalan dengan huruf “E” pada kata E-Learning yang berarti “Elektronik”. Pengertian e-learning sendiri sebenarnya sangat luas, namun istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah atau kampus ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet. Dalam teknologi e-learning, semua proses belajar mengajar yang biasa didapatkan di dalam sebuah kelas dilakukan secara live namun virtual. Artinya pada saat yang sama seorang pendidik mengajar di depan sebuah komputer yang ada di suatu tempat. Banyak ahli yang menguraikan pengertian e-learning dari berbagai sudut pandang. Salah satunya adalah Hartley yang mendefinisikan e-learning sebagai suatu jenis cara belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan komputer lainnya. E-learning merupakan upaya menghubungkan pembelajar (peserta didik) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi, atau berkolaborasi secara langsung (synchronous) maupun secara tidak langsung (asynchronous). Jadi, e-learning adalah bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi. (http://www. pengertianahli.com/ 2014/05/ pengertian-e-learning ) 

B. Media Pembelajaran On Line 

         Beberapa media on line pendidikan yang berkembang di Indonesia sebagai berikut : 
a. Brainly 
  Dimas-Mukhlas-thumb Dimas Mukhlas Widiantoro (country manager Brainly Indonesia) Startup pendidikan asal Polandia ini memungkinkan penggunanya untuk menanyakan dan menjawab pertanyaan terkait pelajaran di sekolah secara terbuka ke pengguna lain. Dengan membidik pendidikan formal, Brainly menyediakan mata pelajaran pada tiga kategori tingkat pendidikan yaitu SD, SMP, dan SMA. Baca juga: FYI: Brainly kini miliki 6 juta pengunjung unik tiap bulannya di Indonesia Dimas Mukhlas Widiantoro, country manager Brainly Indonesia, mengungkap bahwa pengguna Brainly di Indonesia berjumlah sekitar 650.000 orang dan mengklaim telah mendapat kunjungan 6 juta pengunjung unik tiap bulannya. Sementara pelajaran yang paling populer untuk didiskusikan di Brainly Indonesia yaitu Bahasa Indonesia, PPKN, dan Matematika. Catatan: Jauh sebelum Brainly beroperasi di Indonesia, pada 10 Juni 2013 silam startup pendidikan lokal dengan konsep yang mirip Brainly sudah diluncurkan yaitu UtakAtikOtak. Namun, entah mengapa, popularitas Brainly kini tampaknya lebih dikenal ketimbang UtakAtikOtak. Padahal UtakAtikOtak juga sempat menjadi salah satu nominasi INAICTA 2013 untuk kategori digital interactive. Baca juga: Mari belajar sambil bermain melalui kuis edukasi di UtakAtikOtak 

 b. Duolingo 
    Duolingo Startup pendidikan tidak selalu harus bergerak di kawasan pendidikan formal, tetapi bisa juga menyentuh area pendidikan non-formal seperti Duolingo. Sekiranya Anda ingin belajar bahasa asing dengan cara yang lebih menyenangkan, startup pendidikan asal Amerika Serikat ini tampaknya bisa menjadi alternatif solusi. Tidak hanya bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang bisa dipelajari di Duolingo, melainkan juga bahasa Spanyol, Perancis, Italia, Jerman, Portugis, Belanda, dan bahkan bahasa Indonesia! Baca juga: Belajar bahasa asing sambil bermain dengan Duolingo (REVIEW) Tidak banyak informasi yang kami dapatkan mengenai Duolingo Indonesia selain startup ini baru berekspansi ke Republik ini sejak April 2014 silam — kami memantaunya dari akun Twitter @duolingo_id. Catatan: Pada Rabu 9 Mei 2012, Telkom Indonesia sempat bekerja sama dengan SK Telecom Korea Selatan dalam meluncurkan startup untuk mempelajari bahasa Inggris bernama English Bean. Sayangnya, setelah berjalan satu tahun, English Bean kini sudah tidak beroperasi lagi bahkan website-nya pun sudah tidak bisa diakses sama sekali. 

c. Quipper School Quipper
   School-thumb Tim Quipper School Indonesia Ranah pendidikan formal juga dianggap “seksi” oleh Quipper School asal Inggris sebagai lahan bisnis sehingga melabuhkan Indonesia sebagai salah satu negara ekspansinya setelah mendapatkan pendanaan sebesar USD 5,8 juta (sekitar Rp 70 miliar) Maret 2014 silam. Untuk wilayah Indonesia, usia Quipper School masih beberapa bulan setelah Februari 2014 silam membuka kantornya di republik ini. Konsep Quipper School yang mengusung pembelajaran interaktif secara online dalam platform jejaring sosial mengingatkan kita pada Edmodo atau Kelase. Bedanya, Quipper School sementara ini hanya bisa dinikmati oleh siswa tingkat SMA saja mulai dari kelas 10 hingga kelas 12. Belum lagi Quipper School mengklaim sebagai platform pembelajaran online terlengkap di Indonesia. Catatan: Dari pengamatan kami, Quipper School salah satu startup pendidikan asing yang terbilang cukup agresif dalam menggarap pasar pendidikan formal Indonesia. Cara marketing-nya yang menggunakan pendekatan kultural dengan menampilkan siswi berhijab juga potensial menarik pengguna dari sekolah-sekolah Islam. Apalagi sejauh ini belum ada startup pendidikan lokal yang menargetkan khusus anak-anak SMA. 

 d. Legentas 
      Legentas-thumb Sudah kami singgung di atas bahwa berbicara startup pendidikan, tidak melulu yang berkecimpung dalam area pendidikan formal. Legentas adalah salah satu startup pendidikan (dan bukan pendidikan formal) yang menawarkan program membaca cepat (speed reading). Metode membaca cepatnya sendiri berasal dari Republik Ceko dan sudah menggunakan bahasa Inggris, Slovakia, serta tentu saja bahasa Ceko selama lebih dari satu tahun. Saat ini Legentas sedang dikembangkan dalam bahasa Indonesia, Jerman, Rusia, dan Portugal. Belum banyak informasi yang kami dapatkan seputar Legentas Indonesia. Namun, kehadirannya pada awal November ini di Indonesia membuka wawasan betapa startup pendidikan memiliki bidang garapan yang luas tidak hanya menggarap pendidikan formal, melainkan juga pendidikan informal, dan pendidikan non-formal dengan konsep bisnis yang beraneka pula bukan hanya seputar pembuatan kelas online. Catatan: Di Indonesia, ikon speed reading melekat pada sosok Agus Setiawan dengan training andalannya: Baca Kilat. Agus sendiri bukan pelaku startup pendidikan, namun Legentas perlu belajar dari cara Agus memasarkan metode Baca Kilat di Indonesia. Bedanya, Legentas memiliki aplikasi komputer tersendiri dan memiliki program kursus online-nya dalam mengajarkan metode speed reading ini. 

 e. Edmodo 
       Edmodo-thumb Jauh sebelum Brainly, Duolingo, Quipper School, dan Legentas ekspansi ke Indonesia, startup pendidikan Edmodo dari Amerika Serikat sudah terlebih dahulu hadir. Dengan membidik pasar pendidikan formal, Edmodo jeli dengan menyediakan solusi untuk urusan pembuatan kelas online dan jejaring sosial khusus pendidikan. Nama Edmodo sendiri beberapa tahun silam cukup terkenal di kalangan pendidik Indonesia. Apalagi Edmodo juga dipopulerkan oleh organisasi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (Seamolec). Sayangnya, lagi-lagi tidak banyak informasi yang kami dapatkan seputar eksistensi Edmodo di Indonesia.  

C. Quipper School Indonesia (QSI) 
  Quipper School memadukan dan memberdayakan guru dengan siswa secara online, menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan hasil belajar. Quipper School menjadi sebuah cara baru belajar kreatif karena pilihan guru yang ditawarkan kepada siswa sangat varian meliputi semua bidang studi mulai tingkat SMP hingga SMU. Pilihan inilah yang menjadi nilai plus Quipper School dibanding media pembelajaran online lainnya. Quipper memberikan pilihan yang dapat dipilih oleh guru dan disesuaikan dengan waktu yang dimiliki. Kapan saja dan di mana saja. Inilah added value Quipper School yang tidak dimiliki media pembelajar lain. 
  Quipper School dirancang sedemikian rupa dengan tampilan avatar / template yang sangat indah dan menarik. Dominasi warna biru muda yang sangat lembut dan mendeskripsikan sebuah pandangan langit begitu sangat luas seperti halnya subjek dan bidang studi yang ditawarkan kepada guru. Dalam konteks Informasi Teknologi, Quipper School menjadi terdepan yang memanfaatkan teknologi di bidang pendidikan. Ini merupakan daya tarik tersendiri bagi guru yang ingin mengembangkan dan menambah pengetahuan mereka sesuai bidang studi yang diinginkan. 
  Sekolah formal biasanya hanya mengandalkan proses belajar konvensional dan mengandalkan para guru yang tidak cakap menjajakan materi ajar di kelas? Menyimak bagaimana dan apa yang ditawarkan Quipper School, nampaknya proses belajar konvensional sudah semestinya mencari terobosan baru sehingga tidak mendatangkan kejenuhan siswa di kelas. Quipper School menyajikan cara baru belajar di luar ruang, tak terbatas pada dinding kelas dan waktu. Hal ini membuat siswa lebih intens menggali apa yang mereka inginkan setiap waktu. Hal ini diungkapkan oleh Agus Sugiri, salah seorang guru di Quipper School. "Sudah saatnya belajar tidak mengenal ruang dan waktu. Quipper School adalah platform e-learning yang memberdayakan guru dan siswa dengan pembelajaran melalui teknologi digital. Dengan Quipper School, mengajar menjadi lebih mudah, efektif dan efisien. Siswa saya pun ketagihan untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan." 
  Guru di kelas harus memahami dunia IT sehingga dapat terhubung ke setiap siswa melalui jaringan internet. Dengan demikian, siswa tidak melulu berada di kelas dan memperoleh materi ajar dengan satu cara audiotorial atau model ceramah yang membosankan. Sudah saatnya kita tempatkan siswa atau pembelajar sebagai subjek dalam proses belajar mengajar, bukan menjadi objek seperti yang terjadi dalam dunia pendidikan konvensional selama ini. 
1. Konten Pendidikan Disesuaikan dengan Sekolah Pengguna QSI Silakan memilih dari ribuan topik yang sudah kami sediakan, atau membuat konten edukasi Anda sendiri. Pilihan ada di tangan Anda 
2. Pembelajaran Sesuai yang Anda Inginkan Pengguna QSI Guru dapat membuat tugas untuk kelas, grup atau individu dan langsung mendapatkan umpan balik atas kinerja siswa. Mengenali kekuatan dan kelemahan siswa tidak pernah semudah ini. 
3. Belajar: Penguasaan dan Mengasyikkan Siswa menguasai topik-topik tertentu, menambah pengetahuan mereka sembari menikmati fitur sosial Quipper School yang menarik dan seperti games 

D. 3 Layanan Quipper School 
  Quipper School Indonesia adalah e-learning service untuk guru dan murid yang memiliki banyak materi sesuai kurikulum di sekolah. Dan sangat membantu untuk guru dalam memantau perkembangan murid. Materi sudah disediakan, namun, jika materi yang belum ada pun tidak perlu untuk kita khawatirkan tidak bisa ikut menggunakan Quipper School Indonesia. Karena, di Quipper School Indonesia, sudah ada fitur yang namanya Q-Create untuk bisa membuat materi dan soal sendiri. Quipper School juga di lengkapi dengan fitur penilaian. Dimana fitur ini juga ulangan tidak bisa di ulangi lagi. Dan nilai ada 2 pilihan (tampil langsung di siswa atau tidak tampil 

  1. Q-Create (Untuk panduan cara buat materi dan soal sendiri) 
  2. Q-Learn (Untuk siswa/i mendaftar tidak perlu harus punya email atau account Facebook, bisa langsung daftar dengan isi data manual). 
   3. Q-Link Untuk kita yang berprofesi sebagai tenaga pengajar, bisa mendaftar di QSI. Selengkapnya lihat menghubungi pemilik blog ini via email : j4en74@gmail.com

Daftar Referensi 
http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/25/media-pembelajaran-online-586268.html
http://id.techinasia.com/ingin-belajar-secara-online-inilah-8-startup-pendidikan-di-indonesia-yang-siap-membantu-anda/
http://indonesia.quipperschool.com/post/100719961667/quipper-school-menginspirasi-siswa-berinovasi
http://indonesia.quipperschool.com/post/99990005607/tantangan-dalam-membangun-platform-edukasi-global
http://www.kajianpustaka.com/2014/06/pengertian-karaktiristik-dan-manfaat-elearning.html
http://www.pengertianahli.com/2014/05/pengertian-e-learning-apa-itu-elearning.html http://www.asikbelajar.com/2013/09/pengertian-manfaat-jenis-dan-pemilihan.html 
http://www.evaluasinasional.com/2014/12/hasil-evaluasi-pelaksanaan-un.html
http://www.radar-indo.com/2014/10/quipper-sebuah-strategi-pembelajaran.html